Poll

Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Sulbar Bangun Kebun Induk Kakao di Polman

Senin, 09 Januari 2012



Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan membangun kebun induk kakao di Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar pada 2012.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar, Muktar Belo mengatakan di Mamuju Senin, pada 2012 Pemprov Sulbar akan membangun kebun induk kakao di Kecamatan Luyo Kabupaten Polman dengan memanfaatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat melalui kementerian pertanian.

Ia mengatakan, bantuan tersebut memanfaatkan anggaran APBN sekitar Rp3 miliar yang sudah memiliki daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) 2012.

Menurut dia, kebun induk kakao yang akan dibangun pemerintah di Sulbar tersebut akan memanfaatkan lahan sekitar 50 hektare dan akan menjadi lokasi yang menjadi pengadaan benih kakao di Sulbar.

"Sesungguhnya kebun induk kakao di Polman yang akan dibangun itu sudah ada sejak 1980, dikembangkan petani, namun akhirnya tidak dioperasikan karena kurangnya modal untuk mengembangkannya," katanya.

Hal ini dikarenakan kemampuan keuangan pemerintah daerah setempat tidak mampu mengembangkan kebun induk kakao yang sangat bermanfaat bagi petani tersebut untuk memenuhi kebutuhan benihnya.

Dengan adanya kesiapan pemerintah pusat untuk membantu menganggarkan pembangunan kembali kebun induk kakao tersebut, maka pemerintah di Sulbar siap membangunnya kembali.

Pemerintah di Sulbar berharap kebun induk tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam upaya terus mengembangkan sektor pertanian khususnya kakao di provinsi ini, katanya.(T.KR-MFH/S004)


Sumber : antara news
Read Post | komentar

Polman Targetkan Produksi Gabah 200.000 Ton

Rabu, 28 Desember 2011



POLEWALI – Kabupaten Polewali Mandar (Polman) tahun depan menargetkan produksi gabah kering panen (GKP) sebanyak 200.000 ton. Apabila tercapai,Polman akan menjadi salah satu lumbung pangan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Polman Basir Halim mengakui hingga saat ini pihaknya belum menetapkan target GKP secara resmi. Namun dia optimistis tahun depan produksi GKP bisa melebihi 200.000 ton. Dia bahkan menyatakan, Polman bisa mandiri tanpa mengandalkan impor beras yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.Sebab produksi yang dimiliki Polman beberapa tahun terakhir diperkirakan lebih besar dari konsumsi masyarakat Polman.

“Secara umum di Sulbar,kami tidak bisa mengukur kebutuhan yang diperlukan selama satu tahun.Namun Polman masih tetap sebagai kabupaten penghasil dan penyuplai beras terbesar ke seluruh wilayah Sulbar,”ungkapnya. Basir mengakui bahwa kebutuhan impor beras yang dianggap tidak terlalu mendesak hanya dikhususkan kepada warga Polman.

Dengan begitu kuota impor beras yang harusnya diterima Polman bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di kabupaten lain baik di Sulbar maupun di luar Sulbar. Polman memiliki luas lahan persawahan 16.191 hektare (ha). Lahan tersebut sekitar 80% memiliki kemampuan panen sebanyak dua kali dalam setahun. Bahkan sekitar 5.000 ha lahan bisa melakukan tiga kali panen dalam setahun.

“Kami juga optimistis bisa tetap menyuplai beras ke beberapa kabupaten di Sulbar mengingat produksi yang kita targetkan bisa melebihi kebutuhan seluruh warga Polman selama satu tahun.Bahkan bisa saja hasilnya disuplai ke beberapa provinsi di luar Sulbar,”tukasnya. Untuk 2011,target produksi GKP Polman sebesar 250.000 ton.

Namun target itu tidak tercapai karena beberapa lahan mengalami gagal panen (puso). Selain itu ada beberapa lahan baru bisa dipanen pada 2012. Basir mengaku segera mengidentifikasi seluruh lahan pertanian dan memperkirakan luas lahan dan luas panen untuk menetapkan target produksi GKP pada 2012.

Identifikasi dilakukan agar bisa memperkirakan kebutuhan warga lokal dan kebutuhan suplai beras ke luar Polman. “Kami juga berharap agar tidak terdapat lagi cuaca ekstrim yang bisa memengaruhi target produksi,”harap dia.
Read Post | komentar

Polman jadi sentra industri kakao nasional




POLMAN: Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat ditetapkan sebagai pusat pengembangan industri kakao melalui seleksi kompetensi inti industri nasional.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Polman, Kallang Marsuki di Polman, Kamis, mengatakan bahwa pengembangan industri kakao di Polman akan semakin pesat sebab dari lima kabupaten di Sulbar, hanya Polman yang ditunjuk mengembangkan industi kakao.

“Kami patut berbangga, Sulbar yang merupakan produsen kakao terbesar di Indonesia, akhirnya ditunjuk sebagai wilayah pengembangan industri kakao, selain Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan yang juga diarahkan mengembangkan kompetensi inti industri kakao ini,” ujarnya.

Selain memiliki potensi perkebunan kakao yang cukup memadai di banding kabupaten lain di Sulbar maupun Sulsel, Kallang mengakui, Polman juga telah menyediakan sarana dan prasarana pendukung pengembangan industri kakao tersebut melalui kemitraan pengusaha lokal.

Bahkan, lanjutnya, Disperindag telah mendidik puluhan tenaga penyuluh yang siap mengarahkan pengelolaan industri tersebut agar berbagai jenis produksi yang dihasilkan dari pengembangan industri kakao tersebut memiliki kualitas yang tidak kalah bersaing dengan mutu internasional.

“Setelah kami mengembangkan industri pengolahan kakao ini, ke depan akan menghasilkan berbagai jenis bahan baku cokelat setengah jadi yang selanjutnya bisa mendukung beberapa sektor usaha lain seperti usaha coklat, roti, serta beberabagai jenis usaha yang menggunakan bahan dasar cokelat,” jelasnya.

Dikatakan, saat ini Disperindak tengah menunggu sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang sebelumnya telah mendapat sertifikat layak dari segi kesehatan maupun standar mutu dari pemerintah pusat.

Menurut Kallang, jika sertifikat halal telah diterbitkan, Disperindag segera memaksimalkan produksi coklat untuk didistribusikan kepada beberapa pasar nasional yang telah siap memasok bahan baku pembuatan coklat ini.

Bukan hanya melalui kemitraan pengusaha lokal, Disperindag juga melakukan kemitraan dengan pengusaha asal China melalui pembangunan pabrik pengolahan kakao berskala besar untuk pengembangan mutu coklat agar bisa bersaing dengan pasar internasional.

“Upaya yang kami lakukan tentunya tidak hanya dirasakan langsung oleh pemerintah, melainkan beberapa elemen juga akan sangat diuntungkan seperti petani kakao yang tidak lagi kesulitan mendistribusikan hasil produksinya,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, dengan dilakukannya pengembangan industri kakao ini, akan semakin menyerap banyak tenaga kerja lokal yang bisa menekan jumlah pengangguran di Polman maupun pada beberapa kabupaten lain di Sulbar, sebab industri dasar ini akan mendorong pengembangan industri lainnya.


Sumber : Bisnis KTI
Read Post | komentar
 
© Copyright Berita Polman 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all